Sanksi Telat Bayar Pajak Yang Berakibat Fatal

Sanksi Telat Bayar Pajak Yang Berakibat Fatal

Sanksi telat bayar pajak memang sudah selayaknya diberikan bagi warga negara yang tidak mematuhi aturan negara. Melakukan pembayaran terhadap pajak merupakan kewajiban bagi seluruh warga negara, terkecuali bagi mereka yang dibebaskan oleh undang-undang. Pajak bagi warga negara memang bersifat memaksa, dimana pemerintah telah menyiapkan sanksi bagi warga negaranya yang tidak taat pajak. Tujuan sudah pasti agar masing-masing warga negara semakin patuh untuk melakukan kewajiban perpajakan bagi warganya.

Dalam peraturan negara kita, memberikan sanksi bagi warga negara yang telat atau tidak membayar akan mendapat teguran atau tindakan tegas yang berupa penyanderaan. Tindakan penyanderaan atau gijzeling adalah tindakan atau langkah akhir yang dapat dilakukan oleh pemerintah kepada siswa yang nakal. Penyanderaan ini biasanya dilakukan selama 6 bulan atau diperpanjang paling lama 6 bulan.

Sanksi Hukum Telat Melakukan Pembayaran Atau Telat Melapor

Sanksi Administrasi

Sanksi administrasi dalam perpajakan  memiliki tiga jenis yaitu sanksi bunga, sanksi kenaikan dan sanksi bunga. Sanksi bunga diberikan kepada wajib pajak yang membayar pajaknya setelah jatuh tempo maka akan dikenakan denda sebesar 2% setiap bulan. Denda tersebut dihitung dari tanggal jatuhnya tempo sampai pada tanggal pembayaran.

Selain itu denda bunga juga diberikan bagi wajib pajak yang baru membayar pajak setelah jatuh tempo penyampaian SPT tahunan. Wajib pajak tersebut akan dikenakan denda sebesar 2% perbulan dan dihitung sejak habisnya batas waktu  penyampaian SPT hingga tanggal pembayaran. Jan setiap bagian satu bulan dibulatkan hingga hitungan satu bulan.

Sebagai contoh, batasnya akhir pembayaran dan pelaporan Pph yaitu jatuh pada tanggal 10 dan tanggal 15 PPh final 0,5% dan pajak UMKM Pph 25 pada bulan berikutnya. Jika wajib pajak membayar kewajiban tersebut lebih dari tanggal tersebut, maka wajib pajak harus membayar bunga sebesar 2%dari jumlah pajak yang ditetapkan.

Baca juga : Sanksi Tidak Membayar Pajak di Indonesia

Sedangkan sanksi kenaikan diberikan kepada wajib pajak yang melakukan beberapa pelanggaran tertentu. Contohnya adalah ketika terjadi tindak pemalsuan data dengan mengecilkan pendapatan SPT setelah melewati 2 tahun sebelum SKP. Jenis sanksi ini dapat berupa kenaikan jumlah pajak yang harus dibayarkan sekitar 50% dari pajak yang dibayarkan tersebut.

Yang terakhir, sanksi denda diberikan bagi wajib pajak yang melanggar terhadap kewajiban pelaporan. Besarnya denda biasanya bermacam-macam sesuai dengan undang-undang yang ditetapkan.  Contohnya adalah jika seseorang telat menyampaikan SPT masa PPN, maka besarnya denda adalah sebesar Rp 500.000.

Sanksi Pidana

Sanksi telat bayar pajak  ini merupakan sanksi terberat pada bidang perpajakan. Sanksi ini diberikan kepada wajib pajak yang melakukan pelanggaran berat dan menimbulkan kerugian bagi pendapatan negara. Dalam undang-undang, bertuliskan bahwa seseorang yang  tidak menyetorkan pajak yang telah dipungut atau dipotong maka akan dikenai sanksi pidana.

Sanksi tersebut adalah berupa penjara paling sedikit 6 bulan dan paling lama 6 tahun. Selain itu, juga dikenai sanksi 2 kali pajak yang terutang dan paling banyak hutang yang tidak dibayar atau belum dibayar. Contoh dalam kasus ini adalah pengusaha yang memberikan faktur pajak dan mengambil PPN. Tetapi ia tidak mendaftarkan diri serta melaporkan usahanya tersebut. Maka PPN PPn yang masuk tidak disetorkan kepada kas negara.

Sebagai warga negara yang baik, maka baiknya kita selalu taat dan patuh terhadap peraturan negara. Jika anda merasa terlalu ribet untuk mengurus pelaporan dan pembayaran pajak, anda bisa menggunakan software pajak untuk melakukan kegiatan tersebut. Salah satu aplikasi tersebut adalah Finata, yang akan membantu anda dalam melakukan pembayaran pajak.

Sanksi telat bayar pajak akan terhindar dari anda yang rajin membayar pajak. Apalagi dengan menggunakan Finata, kegiatan tersebut bisa dilakukan dengan mudah dan cepat serta penghitungan yang sesuai dengan data yang sebenarnya.

about author

kobrinonlinecom

[email protected]

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *