Masker dan Covid-19 Fakta di Balik Mitos yang Wajib Diketahui

Di tahun 2020 ini, penggunaan masker telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari manusia di seluruh dunia. Meski memakai masker adalah salah satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan untuk mencegah infeksi virus corona, masih banyak kesalahpahaman tentang seberapa dan efektifnya masker, cara menggunakannya, serta kapan dan di mana saja masker dibutuhkan. Yuk, temukan fakta di balik mitos topeng coronavirus.

Mitos: Masker kain tidak bagus.

Fakta: Masker kain efektif.

Masker kain menciptakan penghalang antara mulut dan hidung dengan orang di sekitar, sehingga virus yang dapat menyebar melalui batuk, bersin, dan bicara sulit untuk menjangkau orang lain. Masker kain utamanya berfungsi mencegah seseorang menyebarkan penyakit, tetapi masker juga dapat melindungi dari tetesan besar serta menjadi pengingat tak langsung untuk tak menyentuh wajah Anda.

Mitos: Masker lain lebih efektif daripada masker kain.

Fakta: Berbagai jenis masker memiliki tujuan yang berbeda, tetapi masker kain sangat efektif untuk masyarakat umum. Orang yang tidak berhubungan langsung dengan pasien Covid-19 sebaiknya memakai masker kain untuk menghemat alat pelindung diri (APD) bagi petugas medis.

Mitos: Masker dapat menyebabkan penumpukan karbon dioksida (CO2).

Fakta: Ada pendapat bahwa pembuangan CO2 akan terperangkap di bawah kain dan menyebabkan orang sakit. Ini tidak benar. Masker yang dipasang dengan benar menawarkan aliran udara yang cukup sambil tetap menutupi hidung dan mulut Anda.  Tetapi orang dengan masalah pernapasan, anak di bawah usia 2 tahun, dan mereka yang tidak bisa melepas masker tanpa bantuan sebaiknya tidak mengenakannya.

Mitos: Cara memakai topeng itu tidak penting.

Fakta: Memakai masker dengan benar adalah kunci untuk mencegah penyebaran virus. Agar efektif, tutupi hidung dan mulut, kenakan dengan pas dan nyaman, amankan dengan ikatan atau loop telinga. Pilih masker yang memiliki banyak lapisan, tak membatasi pernapasan, bisa dicuci tanpa mengalami kerusakan atau perubahan bentuk.

Mitos: Hanya perlu memakai masker jika merasa sakit.

Fakta: Penelitian menunjukkan bahwa banyak orang yang mengidap virus corona tidak menunjukkan gejala apapun, hingga tanpa disadari dapat menularkannya. Pembawa asimtomatik dapat meningkatkan penyebaran penyakit jika mereka tidak memakai masker, malas mencuci tangan, dan tak mau menjaga jarak.

Mitos: Di rumah tidak perlu memakai topeng.

Fakta: Umumnya ini memang benar. Namun, jika merasa sakit, memiliki gejala ringan, dan tinggal bersama orang lain, penting untuk menggunakan masker untuk melindungi mereka. Isolasi diri dari orang sehat yang tinggal serumah. Pastikan untuk mengenakan masker jika meninggalkan ruang karantina atau jika mereka memasuki ruangan tempat karantina.

Mitos: Kalau sudah pernah kena corona, tidak perlu lagi pakai masker.

Fakta: Belum terbukti apakah jika pernah terjangkit virus corona memberikan kekebalan atau jika benar berapa lama kekebalan itu bisa bertahan. Tetap ada potensi tertular lagi dan menularkannya ke orang lain.

Mitos: Kalau sudah pakai masker, tidak perlu PSBB.

Fakta: Mengenakan masker dapat melindungi diri saat harus melakukan kegiatan sehari-hari di luar rumah, tetapi masker bukanlah “surat izin” untuk hidup normal saat pemerintah sedang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) apalagi lockdown. Kurangi kegiatan di luar untuk membantu mengurangi penyebaran di kala pandemik merebak.

Kerja sama semua orang sangat diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit, tetapi tiap individu juga harus menjaga kesehatan masing-masing di rumah dengan menjalankan pola hidup sehat serta mengonsumsi vitamin dan suplemen alami yang bisa memperkuat daya tahan tubuh dari penyakit, seperti susu kambing etawa, madu, dan produk-produk herbal berkualitas.

about author

kobrinonlinecom

[email protected]

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *