Category Archive : Umum

Berikut Informasi Jenis Bahan Kaos untuk Anak

Kaos adalah jenis pakaian yang paling sering dipakai anak-anak dan orang dewasa. Selain praktis, kemeja ini juga lebih nyaman dipakai anak-anak dan cocok untuk semua kondisi dan aktivitas. Sekarang, desain kaos semakin beragam. Ada kemeja dengan motif karakter, kartun desain agama / agama / Islam.

Namun, tahukah Anda jika memilih baju untuk anak sama dengan memilih jenis pakaian lain yang harus memperhatikan faktor kenyamanan? Anak-anak cenderung sangat aktif dalam gerakan dan melakukan berbagai kegiatan, sehingga pakaian yang mereka kenakan setidaknya harus mampu menyerap keringat dengan baik agar tidak melembabkan kulit anak, yang akhirnya dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan , terutama yang berkaitan dengan masalah kulit. Buah rekan – rekan yang butuh penyedia jasa konveksi terbaik, bisa cek – cek di Konveksi Jogja yang sudah berpengalaman.

Karena itu, penting bagi Ibu untuk mengetahui jenis bahan apa yang dapat digunakan untuk membuat kemeja anak-anak. Berikut beberapa jenis bahan kaos yang dimaksud:

Kapas

Kapas atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan kapas adalah jenis bahan kaos yang paling banyak digunakan untuk produksi kaos anak. Kapas terbagi menjadi 2 jenis bahan yang dibedakan menurut benang pabrikan, yaitu:

Combed cotton: Katun kombet adalah jenis kapas yang paling sering digunakan sebagai bahan untuk kemeja anak-anak. Ini karena kapas jenis ini memiliki serat yang halus sehingga Anda merasa nyaman saat digunakan dan tentu saja bisa berkeringat dengan baik. Selain digunakan sebagai bahan untuk kemeja anak-anak, kapas kombet juga sering digunakan sebagai bahan untuk distribusi baju.
Kapas carding: Tidak seperti kapas kombet, kapas cardet jarang digunakan sebagai bahan untuk kemeja anak-anak. Meski jenis benang yang digunakan hampir sama, namun sayangnya penampilan benang dan rajutannya tidak tertata dengan baik, sehingga penampilan baju tidak rapi.

Teteron Cotton (TC)

Bahan ini lebih dikenal sebagai bahan kaos TC, dinamakan demikian karena bahan ini terbuat dari campuran 35% cotton combed dan sisanya 65% polyester (teteron). Tentu saja, karena campurannya, kualitas bahannya tidak sebagus kapas. Bahan baju ini tidak menyerap keringat dengan baik, sehingga pengguna akan mudah merasa panas dan basah di permukaan kulit.

Meski begitu, bahan kaos TC ini juga memiliki keunggulan yang tidak mudah menyusut walaupun sudah dicuci berkali-kali. Jadi, bagi Anda yang ingin mengenakan pakaian untuk waktu yang lebih lama, Anda bisa memilih bahan kaos TC. Tapi kaos dengan bahan TC tidak dianjurkan untuk anak-anak, karena kurang nyaman. Untuk membuat kaos menggunakan bahan ini dapat cek penyedia jasa konveksi baju yang kami rekomendasikan.

Viscose Cotton (CVC)

Jenis kapas ini, juga dikenal sebagai CVC, adalah campuran dari 55% cotton combed dan 45% viscose. Kapas viscose juga nyaman dipakai untuk anak-anak karena bahan keringatnya mudah diserap, selain itu tingkat kontraksi polanya lebih kecil dari kaos kapas murni meski sudah dicuci berkali-kali.

Polyester (PE)

Bahan baju ini terbuat dari serat sintetis atau buatan yang kemudian diolah menjadi serat serat polietilen. Karena terbuat dari bahan sintetis dan jenis ini, sifat dari bahan PE panas membuatnya sangat tidak nyaman saat digunakan. Karena itu, anak-anak tidak disarankan untuk mengenakan pakaian / baju yang terbuat dari pendidikan jasmani.

Hyget

Hyget adalah bahan tertipis dibandingkan dengan bahan kaos lainnya. Jenis bahan ini juga biasa digunakan untuk pembuatan kaos kampanye untuk pesta, dll.

Demikian pula dengan jenis bahan yang biasa digunakan dalam pembuatan kaos, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak. Dari ulasan sebelumnya, Anda dapat melihat bahwa bahan kaos terbaik yang cocok untuk anak-anak adalah katun combed (katun combed) karena serat-serat kainnya lembut, nyaman dipakai dan tentunya dapat menyerap keringat dengan baik. Jika Anda mencari baju katun untuk anak Anda, Macybebe adalah pilihan yang tepat. Karena kami menyediakan baju untuk anak-anak dari berbagai bahan dengan banyak pilihan model, motif dan warna yang bervariasi.

Sanksi Telat Bayar Pajak Yang Berakibat Fatal

Sanksi telat bayar pajak memang sudah selayaknya diberikan bagi warga negara yang tidak mematuhi aturan negara. Melakukan pembayaran terhadap pajak merupakan kewajiban bagi seluruh warga negara, terkecuali bagi mereka yang dibebaskan oleh undang-undang. Pajak bagi warga negara memang bersifat memaksa, dimana pemerintah telah menyiapkan sanksi bagi warga negaranya yang tidak taat pajak. Tujuan sudah pasti agar masing-masing warga negara semakin patuh untuk melakukan kewajiban perpajakan bagi warganya.

Dalam peraturan negara kita, memberikan sanksi bagi warga negara yang telat atau tidak membayar akan mendapat teguran atau tindakan tegas yang berupa penyanderaan. Tindakan penyanderaan atau gijzeling adalah tindakan atau langkah akhir yang dapat dilakukan oleh pemerintah kepada siswa yang nakal. Penyanderaan ini biasanya dilakukan selama 6 bulan atau diperpanjang paling lama 6 bulan.

Sanksi Hukum Telat Melakukan Pembayaran Atau Telat Melapor

Sanksi Administrasi

Sanksi administrasi dalam perpajakan  memiliki tiga jenis yaitu sanksi bunga, sanksi kenaikan dan sanksi bunga. Sanksi bunga diberikan kepada wajib pajak yang membayar pajaknya setelah jatuh tempo maka akan dikenakan denda sebesar 2% setiap bulan. Denda tersebut dihitung dari tanggal jatuhnya tempo sampai pada tanggal pembayaran.

Selain itu denda bunga juga diberikan bagi wajib pajak yang baru membayar pajak setelah jatuh tempo penyampaian SPT tahunan. Wajib pajak tersebut akan dikenakan denda sebesar 2% perbulan dan dihitung sejak habisnya batas waktu  penyampaian SPT hingga tanggal pembayaran. Jan setiap bagian satu bulan dibulatkan hingga hitungan satu bulan.

Sebagai contoh, batasnya akhir pembayaran dan pelaporan Pph yaitu jatuh pada tanggal 10 dan tanggal 15 PPh final 0,5% dan pajak UMKM Pph 25 pada bulan berikutnya. Jika wajib pajak membayar kewajiban tersebut lebih dari tanggal tersebut, maka wajib pajak harus membayar bunga sebesar 2%dari jumlah pajak yang ditetapkan.

Baca juga : Sanksi Tidak Membayar Pajak di Indonesia

Sedangkan sanksi kenaikan diberikan kepada wajib pajak yang melakukan beberapa pelanggaran tertentu. Contohnya adalah ketika terjadi tindak pemalsuan data dengan mengecilkan pendapatan SPT setelah melewati 2 tahun sebelum SKP. Jenis sanksi ini dapat berupa kenaikan jumlah pajak yang harus dibayarkan sekitar 50% dari pajak yang dibayarkan tersebut.

Yang terakhir, sanksi denda diberikan bagi wajib pajak yang melanggar terhadap kewajiban pelaporan. Besarnya denda biasanya bermacam-macam sesuai dengan undang-undang yang ditetapkan.  Contohnya adalah jika seseorang telat menyampaikan SPT masa PPN, maka besarnya denda adalah sebesar Rp 500.000.

Sanksi Pidana

Sanksi telat bayar pajak  ini merupakan sanksi terberat pada bidang perpajakan. Sanksi ini diberikan kepada wajib pajak yang melakukan pelanggaran berat dan menimbulkan kerugian bagi pendapatan negara. Dalam undang-undang, bertuliskan bahwa seseorang yang  tidak menyetorkan pajak yang telah dipungut atau dipotong maka akan dikenai sanksi pidana.

Sanksi tersebut adalah berupa penjara paling sedikit 6 bulan dan paling lama 6 tahun. Selain itu, juga dikenai sanksi 2 kali pajak yang terutang dan paling banyak hutang yang tidak dibayar atau belum dibayar. Contoh dalam kasus ini adalah pengusaha yang memberikan faktur pajak dan mengambil PPN. Tetapi ia tidak mendaftarkan diri serta melaporkan usahanya tersebut. Maka PPN PPn yang masuk tidak disetorkan kepada kas negara.

Sebagai warga negara yang baik, maka baiknya kita selalu taat dan patuh terhadap peraturan negara. Jika anda merasa terlalu ribet untuk mengurus pelaporan dan pembayaran pajak, anda bisa menggunakan software pajak untuk melakukan kegiatan tersebut. Salah satu aplikasi tersebut adalah Finata, yang akan membantu anda dalam melakukan pembayaran pajak.

Sanksi telat bayar pajak akan terhindar dari anda yang rajin membayar pajak. Apalagi dengan menggunakan Finata, kegiatan tersebut bisa dilakukan dengan mudah dan cepat serta penghitungan yang sesuai dengan data yang sebenarnya.